Pelatih: Kemenangan SM momentum kebangkitan

Pelatih: Kemenangan SM momentum kebangkitan

Jakarta (ANTARA News) – Pelatih tim Satria Muda (SM) Pertamina Youbel Sondakh berharap, kemenangan perdana skuatnya di seri kelima Liga Bola Basket Indonesia (IBL) Pertamax 2018-2019 dengan menaklukkan Hangtuah 77-59, Minggu, menjadi momentum kebangkitan, setelah diterpa dua kekalahan beruntun pada pertandingan sebelumnya.

“Kami bermain bagus sejak awal sehingga unggul cukup jauh. Semoga ini menjadi momen kebangkitan untuk seri berikutnya,” ujar Youbel, dikutip dari keterangan resmi tim media IBL di Jakarta, Minggu.

Meski demikian, dari laga yang digelar di GOR C-Tra Arena, Bandung tersebut, Youbel masih menyoroti beberapa hal terkait performa timnya secara keseluruhan.

Salah satunya yaitu konsistensi permainan. Ketika melawan Hangtuah, perolehan poin SM di kuarter ketiga kalah yakni 16 poin dari Hangtuah (24 poin) meski di tiga kuarter lainnya mereka unggul.

“Kami memang menurun di kuarter ketiga,” tutur Youbel.

Sementara pelatih Hangtuah Andika Saputra mengakui kekalahan timnya dari SM. Sang juara IBL 2017-2018 itu dianggapnya tampil lebih baik khususnya di kuarter awal.

“SM lebih agresif. Kualitas kami sempat meningkat di kuarter ketiga, tetapi di kuarter akhir kami kembali kalah di ‘paint area’,” kata Andika.

Dalam laga tersebut, center SM Dior Lowhorn mencatat double double 25 angka dan 14 rebound yang menjadi perolehan tertinggi di timnya.

Sementara di kubu Hangtuah Jarad Scott menjadi yang terbaik dengan menorehkan 20 poin dan 10 rebound.

Dari pertandingan lain di hari ketiga seri kelima IBL 2018-2019, Satya Wacana Salatiga sukses melewati laga ketat kontra Bogor Siliwangi dengan kemenangan 75-71.

Madarious Gibbs tampil dominan di kubu Satya Wacana dengan sumbangan 41 poin, tujuh rebound dan tujuh assist.

Sementara di Bogor Siliwangi, Michael Vigilance Jr.  mencetak poin tertinggi 32 poin dan 15 rebound.

Baca juga: Satria Muda telan kekalahan keenam di IBL 2018-2019
 

Pewarta: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019